The Dili Insider: Martenus Bere: Militia Commander released by Xanana Government

“As an anniversary ceremony was taking place, authorities in Dili
released an Indonesian citizen accused of leading one of the worst
massacres in East Timor in 1999. Martenus Bere was brought from cells at
Dili’s main jail and handed over to Indonesian officials. Bere, a
commander of a brutal pro-Indonesian militia group responsible for a
reign of terror, led an attack on a church in the town of Suai during
which three priests and dozens of people were killed. Prison officials
said Bere was released on the order of Prime Minister Xanana Gusmao. He
had been indicted for crimes against humanity by the UN’s Serious Crimes
Unit in 2003. Indonesian authorities had pressured East Timor to release
Bere after he was arrested two weeks ago after crossing the East Timor
border from Indonesian West Timor.”

Kapanlagi.com – Pemerintah Timor Leste akhirnya membebaskan Sekretaris
Camat (Sekcam) Kobalima Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Martenus Bere yang ditahan di Dili sejak 9 Agustus atas tuduhan terlibat
kasus pembunuhan.
“Pemerintah Timor Leste sudah membebaskan Martenus Bere dan saat ini
sedang berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili,” kata
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kupang, Minggu (30/8).
Bere, salah seorang warga negara Indonesia (WNI) ditangkap aparat
kepolisian Timor Leste di Suai, Distrik Covalima pada Minggu (9/8) atas
tuduhan terlibat dalam pembunuhan di Gereja Suai pada tahun 1999 pasca
jajak pendapat.
Bere ditangkap Polisi Nasional Timor Leste saat menghadiri sebuah
upacara adat almarhum ayahnya di Leogore Suai.
Gubernur mengatakan, proses pembebasan Martenus Bere ditangani langsung
oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Hasan Wirajuda. Menlu tiba di
Kupang sejak Sabtu (29/8) dan terus melakukan koordinasi dengan
pemerintah Timor Leste untuk segera membebaskan Martenus Bere.
“Menlu diundang untuk menghadiri upacara kenegaraan di Timor Leste,
namun Menlu menyatakan tidak hadir, jika Martenus Bere tidak
dibebaskan,” kata Gubernur.
Pada Minggu, pukul 08.30 Wita, Menlu mendapat telepon dari Presiden
Timor Leste, Ramos Horta bahwa Martenus Bere telah dibebaskan. Sehingga
sekitar pukul 09.30 Wita, Menlu Wirajuda langsung berangkat menuju Timor
Leste dan mengikuti upacara kenegaraan di Dili.
Menurut rencana, kata Gubernur Lebu Raya, Menlu akan mengantar sendiri
Martenus Bere ke Kupang, namun batal dan langsung kembali ke Jakarta.
“Menlu minta maaf, karena tidak bisa mengantar sendiri Martenus Bere ke
Kupang,” kata Gubernur.
Hanya, proses pembebasan Martenus Bere telah dilakukan dan saat ini Bere
sudah berada di KBRI Dili dan dalam waktu dekat ini bisa kembali ke
Atambua, Belu.
Gubernur meminta agar kedua negara tetap menjaga hubungan persahabatan.
Jika terjadi masalah seperti penangkapan Martenus Bere diharapkan tidak
mengganggu persahabatan sudah berlangsung lama.
Mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) Timor Timur,
Eurico Guterres sebelumnya menyesalkan tindakan penangkapan yang
dilakukan Polisi Nasional Timor Leste (PNTL) Martenus Bere.
Guterres mengatakan, sebelum melakukan penangkapan, pemerintah Timor
Leste harus menyampaikan terlebih dahulu kepada pemerintah Indonesia
bahwa ada warga Indonesia yang diduga terlibat dalam pelanggaran HAM di
Timor Timur pada 1999.
Pemerintah Provinsi NTT juga menyurati Menlu dan KBRI meminta untuk
segera menyelesaikan proses hukum yang sedang dijalani dan segera
memulangkan Bere ke tempat asalnya. (kpl/riz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s